DESA LAMPEGAN – Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik dari sisa aktivitas dapur, kerap menjadi kendala kebersihan di lingkungan masyarakat. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Satya Mandala dari Universitas Al Ghifari Bandung menginisiasi program inovatif berupa Penyuluhan dan Praktik Pembuatan Loseda (Lodong Sesa Dapur) pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.
Difokuskan di wilayah RT 01 Desa Lampegan, kegiatan ini tidak hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga aksi turun tangan langsung bersama warga. Proker ini menyasar kalangan ibu rumah tangga yang sehari-harinya berhadapan langsung dengan limbah sisa makanan atau sayuran.
Apa itu Loseda (Lodong Sesa Dapur)?
Loseda, atau Lodong Sesa Dapur, merupakan metode sederhana namun sangat efektif untuk mengelola sampah organik berskala rumah tangga. Metode ini menggunakan lodong (pipa paralon/PVC atau bambu) yang dilubangi dan ditanam sebagian ke dalam tanah.
Dalam penyuluhannya, mahasiswa Universitas Al Ghifari menjelaskan bahwa warga cukup membuang sisa makanan, kulit buah, atau sisa sayuran ke dalam lubang pipa tersebut. Seiring berjalannya waktu, sampah organik itu akan terurai secara alami dan cairan hasil pembusukannya akan meresap ke tanah menjadi pupuk cair alami yang menyuburkan tanaman di sekitarnya.
Dari Teori Menuju Aksi Nyata di RT 01
Setelah sesi penyuluhan di pagi hari, tim KKN 17 Satya Mandala langsung mengajak warga RT 01 untuk mempraktikkan pembuatan dan pemasangan Loseda di beberapa titik pekarangan warga.
Langkah-langkah yang dipraktikkan bersama meliputi:
-
Penyiapan Alat: Memotong pipa PVC sepanjang kurang lebih 120 cm dan melubangi bagian bawahnya agar cairan kompos dapat meresap.
-
Penggalian Tanah: Menggali lubang sedalam 30-40 cm di pekarangan yang dekat dengan tanaman.
-
Pemasangan dan Penggunaan: Menanam pipa ke dalam tanah, memadatkannya, dan langsung memberikan contoh dengan memasukkan sisa sampah dapur, lalu menutup bagian atas pipa agar tidak berbau dan tidak dihinggapi lalat.
Antusiasme warga RT 01 sangat luar biasa, terutama ibu-ibu yang merasa mendapatkan solusi praktis agar tempat sampah di rumah tidak lagi berbau menyengat.
"Caranya ternyata gampang pisan (mudah sekali). Selama ini sampah sisa sayur dibuang campur sama plastik, akhirnya bau ke mana-mana. Dengan adanya Loseda dari mahasiswa Al Ghifari ini, halaman jadi bersih, tanamannya juga sekalian dapat pupuk gratis," ujar salah satu ibu rumah tangga di RT 01.
Melalui Proker Loseda ini, Kelompok KKN 17 Satya Mandala Universitas Al Ghifari berharap warga Desa Lampegan, khususnya yang dimulai dari RT 01, dapat membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Langkah kecil ini merupakan awal yang baik untuk mewujudkan Desa Lampegan yang bersih, asri, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Penulis: Tim Publikasi KKN 17 Satya Mandala, Universitas Al Ghifari Bandung
Tanggal Kegiatan: Minggu, 9 Agustus 2026
Lokasi: RT 01, Desa Lampegan