Tiga puluh hari lebih bukanlah waktu yang sebentar. Dalam rentang waktu tersebut, banyak cerita yang tercipta, mulai dari pengalaman baru, rasa lelah, tawa, kebersamaan, hingga berbagai tantangan yang harus dilewati bersama. Kini, perjalanan KKN Kelompok 5 telah sampai pada penghujungnya. Hari-hari yang sebelumnya terasa panjang, tanpa terasa kini berubah menjadi kenangan yang akan selalu kami ingat.
Perpisahan menjadi bagian yang tidak terhindarkan dari setiap perjalanan. Namun, berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhir pula hubungan dan silaturahmi yang telah terjalin. Justru, dari sinilah kami menyadari bahwa selama lebih dari 30 hari, kami bukan hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga telah menjadi bagian kecil dari kehidupan masyarakat dan mendapatkan banyak pelajaran yang tidak mungkin kami dapatkan hanya dari ruang kelas.
Sejak pertama kali datang, kami mendapatkan sambutan yang begitu hangat. Oleh karena itu, melalui momen perpisahan ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SD, Ketua RW, Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, serta Kepala Desa yang telah menerima kehadiran kami dengan tangan terbuka. Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berinteraksi, belajar, dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat.
Selama menjalankan KKN, tentu banyak hal yang tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada program yang harus disesuaikan, ada kegiatan yang membutuhkan kerja ekstra, serta berbagai situasi yang mengharuskan kami untuk belajar beradaptasi. Namun, dukungan dari masyarakat membuat setiap proses terasa lebih mudah untuk dijalani. Dari mereka, kami belajar bahwa kebersamaan, komunikasi, dan gotong royong merupakan hal penting dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang selama ini telah menyambut kami dengan ramah. Terima kasih untuk setiap sapaan, senyuman, bantuan, candaan, dan perhatian yang diberikan kepada kami. Hal-hal sederhana tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang paling berkesan selama berada di lokasi KKN.
Ucapan terima kasih yang sangat khusus kami sampaikan kepada Pak Wahyu dan Bu Desti yang telah dengan begitu baik membuka pintu rumahnya untuk kami. Rumah yang kemudian menjadi posko KKN Kelompok 5 bukan hanya sekadar tempat tinggal selama melaksanakan KKN. Posko tersebut perlahan menjadi rumah kedua bagi kami, tempat kami beristirahat, berdiskusi, menyusun program kerja, menyelesaikan berbagai tugas, hingga berbagi cerita setelah seharian beraktivitas.
Terima kasih, Pak Wahyu dan Bu Desti, atas segala kebaikan, perhatian, kesabaran, dan kenyamanan yang telah diberikan kepada kami. Terima kasih karena telah menerima begitu banyak mahasiswa dengan segala kesibukan dan tingkah lakunya selama lebih dari 30 hari. Bagi kami, kebaikan tersebut akan selalu menjadi bagian penting dari cerita perjalanan KKN Kelompok 5.
Posko menjadi saksi dari begitu banyak cerita. Ada malam-malam ketika kami masih sibuk menyelesaikan pekerjaan, berdiskusi mengenai program, mempersiapkan kegiatan untuk esok hari, makan bersama, bercanda, hingga sekadar duduk bersama setelah melewati hari yang panjang. Mungkin saat menjalaninya terasa biasa saja, tetapi setelah KKN berakhir, justru momen-momen sederhana seperti itulah yang akan paling dirindukan.
Perjalanan kami juga tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Pak Deden dan Pak Hartono. Terima kasih atas segala bimbingan, arahan, nasihat, evaluasi, dan perhatian yang telah diberikan kepada kami selama pelaksanaan KKN. Setiap masukan yang diberikan menjadi bekal bagi kami untuk menjalankan program dengan lebih baik dan belajar bertanggung jawab atas setiap keputusan yang kami ambil.
Terima kasih karena telah menjadi tempat kami bertanya ketika menemukan kesulitan dan memberikan arahan ketika kami membutuhkan solusi. Pendampingan selama KKN menjadi bagian penting dari proses kami dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir.
Dan tentu saja, ada satu pihak yang tidak boleh dilupakan dalam cerita ini: teman-teman seperjuangan KKN Kelompok 5.
Terima kasih telah menjadi teman dalam perjalanan selama lebih dari 30 hari. Terima kasih telah bersama-sama menghadapi rasa lelah, membagi tugas, saling membantu ketika ada yang kesulitan, dan tetap berusaha menyelesaikan setiap program yang telah direncanakan. Tidak semua hari berjalan mudah. Ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman, kelelahan, tekanan, dan berbagai hal kecil yang mungkin sempat membuat perjalanan terasa berat.
Namun, pada akhirnya, semua itu berhasil kami lewati bersama.
Justru dari berbagai perbedaan dan tantangan tersebut, kami belajar memahami satu sama lain. Kami belajar bahwa KKN bukan hanya tentang seberapa banyak program yang dapat diselesaikan, tetapi juga tentang bagaimana kami mampu bekerja sebagai sebuah tim, saling menguatkan, dan bertanggung jawab hingga akhir.
Kini, setelah seluruh rangkaian kegiatan berhasil dituntaskan, ada rasa bangga sekaligus haru yang muncul. Bangga karena kami berhasil menyelesaikan perjalanan ini bersama-sama, tetapi juga sedih karena rutinitas yang selama ini dijalani akan segera berakhir. Tidak ada lagi agenda pagi yang harus dipersiapkan, tidak ada lagi rapat mendadak, tidak ada lagi kesibukan program kerja, dan mungkin tidak ada lagi alasan untuk berkumpul setiap hari seperti selama KKN.
Namun, setiap perjalanan memang memiliki akhir. Dan mungkin, justru karena ada akhir, setiap momen yang dilalui menjadi terasa lebih berharga.
Kami datang sebagai mahasiswa KKN dengan membawa berbagai program dan tujuan pengabdian. Tetapi kami pulang dengan membawa sesuatu yang jauh lebih besar: pengalaman, pelajaran, hubungan baik, persahabatan, dan kenangan tentang orang-orang yang telah menerima kami dengan hangat.
Kami mungkin tidak bisa membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan kepada kami. Namun, kami berharap kehadiran kami selama KKN dapat memberikan sedikit manfaat dan meninggalkan kesan baik bagi masyarakat.
Jika selama berada di tengah masyarakat kami pernah melakukan kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, kami memohon maaf sebesar-besarnya. Kami menyadari bahwa selama proses KKN tentu ada banyak kekurangan dari kami. Semoga segala kekurangan tersebut dapat dimaafkan dan tidak mengurangi hubungan baik yang telah terjalin.
Terima kasih untuk setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Terima kasih untuk setiap tempat yang pernah kami datangi, setiap kegiatan yang kami jalani, setiap cerita yang kami dengarkan, dan setiap pengalaman yang kami dapatkan.
KKN Kelompok 5 pamit.
30 hari lebih telah kami lewati bersama.
Datang sebagai mahasiswa, pulang membawa keluarga baru.
Datang membawa program, pulang membawa cerita.
Datang untuk mengabdi, pulang dengan membawa banyak pelajaran.
Semoga silaturahmi yang telah terjalin tidak berhenti ketika KKN berakhir. Semoga suatu hari nanti kami dapat kembali berkunjung, bukan lagi sebagai mahasiswa KKN, tetapi sebagai orang-orang yang pernah menjadi bagian dari cerita di tempat ini.
Terima kasih telah menerima kami.
Terima kasih telah menjaga kami.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami.
Sampai bertemu lagi. Bukan sebagai anak KKN, tetapi sebagai bagian dari keluarga yang pernah tumbuh bersama selama 30 hari lebih.
Sampai Berjumpa Dikeberuntungan selanjutnya.
Salam Hangat Penulis,
Halimatuh Sadiah :)