Melatiwangi – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), telah diselenggarakan kegiatan Seminar dan Workshop bertajuk “Pentingnya Menjaga Tumbuh Kembang Anak Melalui Pemberian MPASI yang Tepat sebagai Upaya Pencegahan Stunting.” Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat dengan antusiasme yang tinggi.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang sesuai dengan usia, kebutuhan gizi, serta prinsip keamanan pangan sebagai salah satu langkah efektif dalam mencegah stunting. Edukasi mengenai MPASI merupakan bagian penting dari intervensi pada masa 1.000 HPK yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan sambutan dari perwakilan pemerintah desa yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi anak.
Pada sesi seminar, narasumber memaparkan materi mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka pendek maupun jangka panjang, serta strategi pencegahannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai waktu yang tepat memulai MPASI, yaitu saat bayi berusia enam bulan, pentingnya variasi menu bergizi seimbang, pemenuhan protein hewani, serta penyesuaian tekstur makanan sesuai usia anak. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih tepat dalam memberikan asupan gizi kepada anak sejak dini.
Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan dan praktik pembuatan menu MPASI berbahan pangan lokal yang mudah diperoleh, bergizi, dan ekonomis. Dalam workshop ini, peserta diajak mengenal komposisi menu seimbang yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah. Selain itu, narasumber memberikan demonstrasi teknik pengolahan makanan yang higienis sehingga kandungan gizinya tetap terjaga.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai persoalan yang sering dihadapi orang tua, seperti anak susah makan, pemilihan bahan makanan, hingga variasi menu MPASI, dibahas secara interaktif bersama narasumber. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk evaluasi, panitia juga melaksanakan sesi tanya jawab dan refleksi bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemberian MPASI yang tepat sebagai upaya menjaga tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. Peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui penyelenggaraan seminar dan workshop ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pemberian MPASI yang tepat, bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan anak, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan.