Ciparay, Kabupaten Bandung — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari resmi membuka masa pengabdiannya di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Bumiwangi. Acara ini menjadi tanda dimulainya KKN selama satu bulan, yang akan menyasar ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, anak usia dini, hingga siswa sekolah dasar.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 24 orang undangan, terdiri atas perangkat Desa Bumiwangi, perwakilan RT/RW, serta ibu-ibu PKK — modal awal dukungan bagi kelancaran program yang dirancang oleh delapan mahasiswa lintas program studi tersebut.
Sinergi Kampus, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Sambutan utama disampaikan oleh perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bumiwangi, yang menyampaikan dukungan lembaga desa atas pelaksanaan KKN serta harapan agar program kerja mahasiswa dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Sambutan dilanjutkan oleh Sekretaris Desa Bumiwangi, Usep Rohimat, yang menyambut kedatangan Kelompok Sauyunan 38 dan berharap kehadiran mahasiswa membawa manfaat nyata bagi warga.
Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan, Andi Nenie Sri Lestari, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menitipkan para mahasiswa bimbingannya kepada aparat pemerintah desa agar dapat dibimbing dan diarahkan selama di lapangan. Menyambut titipan tersebut, aparat desa memperkenalkan gambaran umum Desa Bumiwangi serta berbagai potensi wilayah yang dapat dieksplorasi mahasiswa, mulai dari sektor pertanian, UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Kelompok Sauyunan 38, Muhammad Satrio, yang menegaskan komitmen seluruh anggota untuk menjalankan program kerja secara maksimal sesuai hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Desa Bumiwangi, sekaligus berharap kolaborasi dengan pemerintah desa dan warga dapat terjalin erat sepanjang masa pengabdian.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi pengenalan anggota kelompok, pemaparan program kerja kepada masyarakat, serta penyematan rompi KKN dan tanda pengenal sebagai simbol resmi dimulainya masa pengabdian.
Lima Program Kerja Multidisiplin untuk Bumiwangi
Beranggotakan delapan mahasiswa dari Program Studi Farmasi, Sistem Informasi, dan Hubungan Internasional, Kelompok Sauyunan 38 menghadirkan lima program kerja yang dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Bumiwangi:
-
Sauyunan Sehat ("Masyarakat Sehat, Keluarga Kuat") — penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat.
-
Sauyunan Digital ("UMKM Naik Kelas Melalui Digitalisasi") — pelatihan pemanfaatan WhatsApp Business dan Canva sebagai sarana promosi bagi pelaku UMKM.
-
Sauyunan UMKM ("UMKM Tertata, Usaha Berkembang") — pendampingan penyusunan administrasi usaha dan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM.
-
Sauyunan Ceria ("Belajar, Bermain, dan Berkarya Bersama") — kegiatan edukatif dan lomba kreativitas bagi anak-anak TK/PAUD.
-
Sauyunan Cerdas ("Belajar Bersama, Berprestasi Bersama") — kegiatan cerdas cermat dan permainan edukatif bagi siswa Sekolah Dasar.
Kelima program tersebut akan dijalankan secara bertahap sepanjang masa KKN, dengan program yang melibatkan masyarakat secara luas dijadwalkan pada akhir pekan agar seluruh anggota kelompok dapat berpartisipasi penuh.
Keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Program kerja Kelompok Sauyunan 38 dirancang selaras dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), di antaranya:
-
SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: melalui program Sauyunan Sehat yang meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan obat yang benar di tengah masyarakat.
-
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: melalui program Sauyunan Ceria dan Sauyunan Cerdas yang menghadirkan kegiatan edukatif interaktif bagi anak usia dini dan siswa sekolah dasar.
-
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: melalui program Sauyunan Digital dan Sauyunan UMKM yang mendorong pelaku usaha mikro untuk naik kelas melalui digitalisasi dan tata kelola usaha yang lebih baik.
-
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: melalui kolaborasi erat antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan, Pemerintah Desa Bumiwangi, serta unsur masyarakat seperti PKK dan RT/RW.
Harapan Keberlanjutan Program
Usai pembukaan, kelima program kerja akan dilaksanakan bertahap hingga tahap monitoring, evaluasi, dan penyusunan laporan akhir menjelang penutupan KKN. Dukungan Pemerintah Desa Bumiwangi dan warga setempat diharapkan menjadi modal utama agar kehadiran Kelompok Sauyunan 38 memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi desa.
(Kelompok Sauyunan 38 — KKN Tematik Berdampak 2026, Universitas Al-Ghifari)