Program Kerja Utama Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Cibodas RW 10 : Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Tim Kesehatan STIKes Dharma Husada Bandung

Foto
DHARMA PANCAKARSA (32)
11 August 2026  •  Dilihat 33 kali

Pada Minggu, 9 Agustus 2026, mahasiswa KKN Kelompok 32 Dharma Pancakarsa Universitas Al Ghifari bekerja sama dengan Tim Kesehatan STIKes Dharma Husada Bandung mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis bagi masyarakat RW 10 Desa Cibodas, Kecamatan Lembang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program kesehatan yang dilaksanakan selama KKN untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang benar.

Sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah masyarakat dewasa dan lansia. Banyak di antara mereka memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, asam urat, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan lambung. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membantu warga memahami kondisi kesehatannya dan cara menjaga kesehatan sehari-hari.

Pemeriksaan Kesehatan dan Konsultasi Langsung

Kegiatan dimulai dengan proses pendaftaran dan wawancara singkat mengenai riwayat penyakit, keluhan yang dirasakan, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi warga. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan yang meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, berat badan, dan tinggi badan.

Setelah pemeriksaan selesai, setiap warga mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaannya secara langsung. Tim kesehatan bersama mahasiswa memberikan edukasi mengenai kondisi kesehatan yang ditemukan, pola hidup yang perlu diperbaiki, serta pentingnya melakukan kontrol rutin ke puskesmas atau dokter agar penyakit dapat dipantau dan ditangani dengan baik.

Edukasi Penggunaan Obat

Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan obat yang benar. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan obat secara sepihak, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan atau efek samping setelah mengonsumsi obat.

Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep, serta cara menyimpan obat yang benar di rumah. Edukasi ini diberikan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa obat yang sudah kedaluwarsa atau antibiotik sisa sebaiknya tidak digunakan kembali.

Pembagian Vitamin D3 untuk Lansia

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN bersama tim kesehatan juga membagikan vitamin D3 kepada warga lansia. Pembagian vitamin D3 dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan lansia, terutama kesehatan tulang, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh.

Lansia merupakan kelompok yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin D karena faktor usia, berkurangnya aktivitas di luar rumah, dan berkurangnya paparan sinar matahari. Melalui pembagian vitamin D3, diharapkan para lansia dapat lebih memperhatikan kesehatannya dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan aktif.

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Warga

Dari hasil rekam medis yang sudah terdata, terlihat bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada warga yang mengikuti kegiatan. Banyak peserta memiliki tekanan darah di atas batas normal, bahkan beberapa di antaranya sudah berada pada kategori hipertensi yang cukup tinggi.

Beberapa hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah yang cukup tinggi, seperti 193/115 mmHg, 190/103 mmHg, 187/126 mmHg, 184/93 mmHg, hingga 220/128 mmHg. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Warga dengan hasil tersebut diberikan edukasi dan disarankan segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas atau dokter.

Selain hipertensi, pemeriksaan juga menemukan beberapa warga dengan kadar asam urat yang cukup tinggi, seperti 8,4 mg/dL dan 8,8 mg/dL. Pada beberapa kasus, warga mengeluhkan nyeri pada kaki, pegal-pegal, kesemutan, dan kesulitan beraktivitas. Tim kesehatan memberikan edukasi mengenai pola makan, kecukupan minum air putih, serta pentingnya kontrol rutin agar terapi dapat disesuaikan dengan perkembangan penyakit.

Pemeriksaan kolesterol juga menunjukkan bahwa beberapa warga memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi, bahkan mencapai 211–212 mg/dL. Warga dengan hasil tersebut diberikan edukasi mengenai pembatasan makanan tinggi lemak, pentingnya aktivitas fisik, serta anjuran untuk melakukan pemeriksaan ulang secara berkala. Sementara itu, hasil gula darah sebagian besar masih berada dalam batas yang relatif baik, meskipun tetap disarankan untuk dipantau secara rutin, terutama pada warga yang memiliki faktor risiko diabetes.

Pendampingan Setelah Pemeriksaan

Salah satu hal yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah adanya konsultasi langsung setelah pemeriksaan. Warga dapat bertanya mengenai hasil pemeriksaannya, obat yang sedang dikonsumsi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatannya.

Bagi warga yang sudah mengonsumsi obat hipertensi, tim kesehatan menekankan pentingnya tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan obat ketika tekanan darah mulai membaik. Sementara itu, warga yang belum pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya didorong untuk mulai melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan agar kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini.

Mahasiswa juga membantu menjelaskan hubungan antara pola makan, aktivitas fisik, berat badan, dan tekanan darah, sehingga warga dapat memahami bahwa menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari.

Antusiasme Warga

Kegiatan cek kesehatan gratis mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Banyak warga datang untuk memeriksakan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol karena mereka jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Warga tidak hanya memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya, tetapi juga aktif bertanya mengenai cara menjaga kesehatan, penggunaan obat yang benar, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka belajar berkomunikasi langsung dengan masyarakat, memahami kondisi kesehatan warga, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat.

Penutup

Kegiatan cek kesehatan gratis pada Minggu, 9 Agustus 2026 menjadi langkah awal yang penting dalam rangkaian program kesehatan mahasiswa KKN Kelompok 32 Dharma Pancakarsa. Melalui kolaborasi dengan Tim Kesehatan STIKes Dharma Husada Bandung, warga tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan obat, pentingnya kontrol rutin, serta cara menjaga kesehatan melalui pola hidup yang lebih baik.

Hasil pemeriksaan ini kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk melanjutkan program Gerakan Sadar Obat (GSO) melalui kunjungan door to door. Dengan pendekatan tersebut, edukasi mengenai penggunaan antibiotik, penyimpanan obat, dan DAGUSIBU dapat dilakukan secara lebih mendalam sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Cibodas, khususnya kelompok lansia, semakin peduli terhadap kesehatannya dan lebih bijak dalam menggunakan obat. Program ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga kesehatan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.

Dokumentasi Foto