Peningkatan Kapasitas Pemuda melalui Pelatihan Tanggap Bencana sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Melatiwangi

Foto
Harmoni-18 (18)
30 July 2026  •  Dilihat 53 kali

Desa Melatiwangi, 28 Juli 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 18melaksanakan program kerja Pelatihan Tanggap Bencana dengan tema "Pemuda Siaga,Desa Siap Tanggap, Siap Selamat" pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pemuda, dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kondisi geografis Desa Melatiwangi yang memiliki potensi bencana, seperti gempa bumi, tanah longsor, dan kebakaran. Selain itu, desa ini termasuk wilayah yang terdampak oleh aktivitas Sesar Lembang, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Melalui program ini, Tim KKN berupaya membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung terciptanya desa yang tangguh terhadap bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 32 peserta yang terdiri atas kader PKK, Bunda Literasi, pemuda desa, mitra masyarakat, serta anggota Karang Taruna Desa Melatiwangi dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata. Keberagaman peserta diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam upaya mitigasi bencana di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Kelompok 18 bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung sebagai narasumber utama. Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh materi langsung dari instansi yang memiliki kompetensi dalam bidang penanggulangan bencana, pertolongan pertama, serta penanganan kebakaran.

Materi pertama disampaikan oleh BPBD Kabupaten Bandung yang mengangkat tema mengenai dasar-dasar kebencanaan, mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta konsep Desa Tangguh Bencana (Destana). Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian dan jenis-jenis bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi tanah longsor, penyusunan rencana darurat, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga pentingnya pembentukan Satgas Bencana Desa sebagai ujung tombak kesiapsiagaan masyarakat. Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu mengenali risiko bencana di wilayahnya serta berpartisipasi aktif dalam membangun ketangguhan desa.

Selanjutnya, PMI Kabupaten Bandung memberikan materi mengenai pertolongan pertama, teknik evakuasi korban, dan bantuan kemanusiaan saat bencana. Peserta memperoleh pembekalan tentang cara melakukan penilaian kondisi korban, penanganan luka ringan, pendarahan, dan patah tulang sederhana. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada prinsip-prinsip bantuan kemanusiaan, termasuk perlindungan kelompok rentan dan koordinasi relawan saat terjadi bencana. Materi ini bertujuan membentuk masyarakat yang mampu memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis lanjutan tiba di lokasi.

Sesi berikutnya dipandu oleh Damkar Kabupaten Bandung yang membahas pencegahan kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam materi ini peserta mempelajari penyebab umum kebakaran di lingkungan rumah maupun desa, langkah-langkah pencegahan, klasifikasi kebakaran, serta jenis-jenis APAR sesuai dengan karakteristik sumber api. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR, sehingga mampu memahami prosedur pemadaman api secara aman dan benar.

Tidak hanya berupa penyampaian materi, seluruh rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi kebencanaan, praktik pertolongan pertama, praktik evakuasi korban, serta simulasi penggunaan APAR. Melalui metode pembelajaran yang interaktif ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktik yang dapat diterapkan apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan sekitar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan kepada narasumber, serta mengikuti seluruh sesi praktik dengan penuh semangat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya peningkatan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Melatiwangi memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mitigasi bencana, mampu melakukan pertolongan pertama dan evakuasi korban, serta memahami langkah-langkah penanganan kebakaran sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dengan harapan masyarakat dapat terdorong dalam terbentuknya Desa Tangguh Bencana (Destana) yang melibatkan peran aktif pemuda dan masyarakat.

Program kerja ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Tim KKN Kelompok 18 berharap ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus disebarluaskan kepada masyarakat lainnya sehingga tercipta Desa Melatiwangi yang lebih tangguh, siap siaga, dan mampu meminimalkan risiko serta dampak bencana di masa mendatang.

Dokumentasi Foto