DESA BAROS, 16 JULI 2026 – Momen krusial mewarnai perjalanan pengabdian mahasiswa Kelompok 30 KKN Tematik Berdampak Universitas Al-Ghifari. Pada Kamis, 16 Juli 2026, tim secara resmi menggelar acara Pembukaan KKN Kelompok 30 di Kantor Desa Baros, yang dilanjutkan dengan agenda aksi lapangan berupa kunjungan ke pelaku UMKM olahan tradisional Kicimpring di RW 8 Kampung Pakusorok.
Pembukaan Resmi KKN Kelompok 30 di Kantor Desa Baros
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan hangat di Aula Kantor Desa Baros ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Baros, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Pembukaan ini menandai dimulainya secara resmi seluruh jajaran program pengabdian mahasiswa Universitas Al-Ghifari di lingkungan Desa Baros.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Desa Baros menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran mahasiswa Universitas Al-Ghifari dan berharap keberadaan Kelompok 30 dapat memberikan dorongan positif bagi pembangunan desa, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi warga, pendidikan, dan digitalisasi wilayah.
Melalui seremoni ini, Kelompok 30 secara resmi memaparkan kesiapan serta komitmennya untuk berkolaborasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.
Penelusuran Potensi Kuliner Khas: UMKM Kicimpring RW 8 Kp. Pakusorok
Tidak menunggu lama setelah acara pembukaan selesai, tim KKN Kelompok 30 Universitas Al-Ghifari langsung bergerak menuju RW 8 Kampung Pakusorok untuk melanjutkan agenda pemetaan potensi ekonomi desa. Kali ini, fokus kunjungan tertuju pada unit usaha olahan olahan singkong tradisional khas Sunda, yaitu Kicimpring.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan serangkaian interaksi dan pemetakan usaha:
-
Melihat Proses Pembuatan: Menyimak secara langsung tahapan pengolahan singkong mulai dari pemarutan, pengukusan, pencetakan, hingga proses penjemuran dan penggorengan kicimpring yang renyah dan gurih.
-
Diskusi Tantangan Usaha: Berdialog dengan pengrajin kicimpring mengenai kapasitas produksi bulanan, strategi penjualan saat ini, serta kendala seperti pengemasan (packaging) dan jangkauan pasar.
-
Perancangan Strategi Pendampingan: Mengumpulkan data dasar untuk penyusunan program digitalisasi UMKM (seperti pendaftaran ke Google Maps, pembuatan identitas branding, serta pembukaan akses pemasaran digital).
"Hari ini menjadi tonggak penting bagi kami. Selain telah dibukanya kegiatan KKN secara resmi oleh pihak desa, kami juga langsung turun melihat salah satu potensi unggulan warga, yaitu UMKM Kicimpring di Kp. Pakusorok. Langkah ini memperkuat komitmen kami untuk hadir membawa dampak nyata bagi perekonomian lokal," ungkap perwakilan Kelompok 30 KKN Universitas Al-Ghifari.
Menjaga Momentum Pengabdian
Dengan terlaksananya pembukaan resmi dan berlanjutnya pemetaan UMKM lokal di Kampung Pakusorok, Kelompok 30 KKN Universitas Al-Ghifari semakin mantap dalam melangkah. Synergies yang terbangun antara pihak akademisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Baros.