Bumiwangi, Ciparay — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciparay menggelar Musyawarah Pemilihan Ketua MUI pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MUI se-Kecamatan Ciparay, Kepala Desa Bumiwangi, Sekretaris Desa, aparatur Pemerintah Desa Bumiwangi, serta para Ketua RW setempat. Musyawarah berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan sebagai upaya memilih kepengurusan MUI yang baru.
Musyawarah Berlangsung Tertib dan Penuh Kebersamaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan sambutan dari Pemerintah Desa Bumiwangi kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah tersebut dan berharap kepengurusan MUI yang baru dapat terus memperkuat pembinaan umat serta menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah pemilihan Ketua MUI Kecamatan Ciparay. Seluruh peserta mengikuti proses pemilihan secara tertib dengan mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat hingga diperoleh keputusan bersama.
Ustaz Faiz Terpilih Memimpin MUI Kecamatan Ciparay
Berdasarkan hasil musyawarah, Bapak Ustaz Faiz, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Bumikarya, resmi terpilih sebagai Ketua MUI Kecamatan Ciparay. Hasil tersebut menjadi awal kepengurusan baru yang diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memperkuat peran MUI dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan yang baru dapat terus membangun kolaborasi yang harmonis bersama pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kecamatan Ciparay.
Mahasiswa KKN Turut Mendukung Kelancaran Kegiatan
Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung kegiatan masyarakat. Selama acara berlangsung, mahasiswa membantu kelancaran kegiatan, khususnya dalam mendokumentasikan setiap rangkaian acara sehingga seluruh proses musyawarah dapat terdokumentasikan dengan baik.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mereka berkesempatan menyaksikan secara langsung proses musyawarah pada tingkat kecamatan, memahami mekanisme pemilihan kepengurusan organisasi keagamaan, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan berinteraksi dengan tokoh agama, aparatur pemerintah desa, dan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN.