Ibun, 21 Juli 206- Udara sejuk khas dataran tinggi Kecamatan Ibun menyambut langkah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 saat menjejakkan kaki di Desa Mekarwangi. Bukan sekadar rutinitas akademis, agenda observasi lapangan kali ini adalah sebuah misi untuk menyelami lebih dalam denyut nadi kehidupan warga yang kental dengan budaya agraris. Fokus utama kami: memetakan potensi emas di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi urat nadi perekonomian desa.
Hamparan Hijau yang Menyimpan Cerita
Langkah pertama observasi membawa Kelompok 11 menyusuri jalanan desa menuju area lahan pertanian. Di sana, hamparan kebun dan persawahan menyuguhkan pemandangan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membuktikan betapa suburnya tanah Mekarwangi.
Kami berbaur langsung dengan para petani yang tengah sibuk merawat lahan garapan mereka. Melalui obrolan santai di gubuk dan pematang sawah, kami mendengar banyak cerita. Mulai dari melimpahnya potensi panen berkat iklim pegunungan yang mendukung, hingga tantangan nyata yang harus mereka hadapi, seperti akses terhadap pupuk yang efisien dan fluktuasi harga jual komoditas. Momen ini menjadi titik temu di mana teori yang kami pelajari di bangku kuliah berhadapan langsung dengan realitas kehidupan petani di lapangan.
Sinergi Kehidupan dari Kandang Ternak
Setelah puas menyerap ilmu dari para petani, langkah kami berlanjut ke area peternakan milik warga desa. Di Desa Mekarwangi, sektor peternakan memegang peranan krusial; hewan ternak bukan sekadar "tabungan" masa depan, melainkan bagian tak terpisahkan dari perputaran ekonomi keluarga sehari-hari.
Kami mengamati dengan saksama bagaimana sistem pemeliharaan ternak, seperti sapi, domba, maupun unggas—dijalankan oleh warga. Ada satu temuan menarik yang memicu diskusi hangat di antara anggota Kelompok 11: besarnya peluang penerapan konsep Integrated Farming (Pertanian Terpadu). Kami melihat bahwa limbah kotoran ternak memiliki potensi luar biasa untuk diolah menjadi pupuk organik. Jika dikelola dengan baik, pupuk ini dapat dikembalikan ke lahan pertanian, menekan biaya produksi petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa.
Merancang Langkah, Menebar Manfaat
Bagi KKN Kelompok 11, observasi di sektor pertanian dan peternakan Desa Mekarwangi ini jauh dari sekadar formalitas pendataan angka. Kunjungan ini adalah fondasi pijakan kami untuk merancang Program Kerja (Proker) yang benar-benar membumi dan tepat sasaran.
Melihat ketangguhan warga, kami berkomitmen untuk tidak hanya datang sebagai pengamat, tetapi hadir membawa solusi. Ke depannya, berbagai temuan ini akan kami formulasikan menjadi program pendampingan, entah itu dalam bentuk inovasi pengolahan pupuk organik, edukasi manajemen pakan, atau strategi pemasaran hasil bumi.
Langkah kecil observasi Kelompok 11 di Kecamatan Ibun ini adalah awal dari sebuah kolaborasi. Bersama kearifan lokal warga Desa Mekarwangi, kami berharap dapat merajut harapan baru demi kemandirian dan kesejahteraan desa.