Mengawali Pengabdian, Membangun Kolaborasi: KKN Universitas Al-Ghifari Kelompok 9 Resmi Dimulai di Desa Rancatungku

Foto
Gamacipta (9)
4 August 2026  •  Dilihat 31 kali

Rancatungku, 16 Juli 2026 — menjadi  awal semangat pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengiringi langkah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Ghifari Kelompok 9 yang secara resmi mengikuti kegiatan pembukaan KKN di Kantor Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi titik awal perjalanan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan melalui berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan membawa harapan yang besar serta semangat pengabdian yang tulus, kami hadir di Desa Rancatungku dengan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat. Perjalanan yang kami tempuh dari berbagai penjuru bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan langkah awal untuk mengabdikan ilmu, tenaga, dan kepedulian kepada masyarakat.
Sesampainya di desa, kami disambut dengan kehangatan, keramahan, serta senyum tulus dari masyarakat. Sambutan tersebut menjadi kesan pertama yang begitu berharga dan memberikan makna mendalam bagi kami. Kehangatan yang ditunjukkan masyarakat menjadi simbol penerimaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk membangun kebersamaan, menjalin hubungan yang harmonis, serta berkolaborasi dalam menciptakan perubahan yang positif selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata.
Simbolis pembukaan pun kami kejar dengan semangat yang terus membara tanpa sadar penantian penantian program kerja menanti. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Rancatungku, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi cerminan kuatnya komitmen untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menciptakan program pengabdian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai langkah awal, kami diperkenalkan dengan kondisi umum Desa Rancatungku, mulai dari karakteristik wilayah, potensi sumber daya yang dimiliki, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Pengenalan ini menjadi fondasi penting agar setiap program kerja yang akan dilaksanakan nantinya benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, sehingga keberadaan kami selama KKN mampu memberikan kontribusi yang relevan dan berkelanjutan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak. Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Rancatungku menyampaikan apresiasi kepada Universitas Al-Ghifari atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Rancatungku sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi yang dapat mendukung pembangunan desa.
Beliau juga berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga sikap, menjunjung tinggi etika, menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen desa. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Momentum pembukaan semakin bermakna dengan dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Al-Ghifari dan Pemerintah Desa Rancatungku. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi simbol komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini diharapkan terbangun kemitraan yang berkelanjutan sehingga kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dapat terus berkembang di masa mendatang.
Suasana penuh semangat kembali terasa ketika dilakukan penyerahan rompi KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan menjadi simbol dimulainya amanah yang akan diemban selama masa pengabdian. Rompi KKN mencerminkan identitas sekaligus tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan yang siap hadir di tengah masyarakat, belajar bersama, serta memberikan kontribusi melalui berbagai program yang telah dirancang.
Menjelang berakhirnya kegiatan, mahasiswa kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi profesionalisme, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam setiap aktivitas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman selama pelaksanaan KKN sehingga setiap program dapat berjalan dengan lancar, kolaboratif, dan memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat Desa Rancatungku.
Pembukaan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia merupakan awal dari sebuah perjalanan pengabdian yang mempertemukan semangat mahasiswa dengan harapan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi yang telah terbangun sejak hari pertama, KKN Universitas Al-Ghifari Kelompok 9 diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan ilmu pengetahuan, mengasah kepedulian sosial, serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan masyarakat.

Dokumentasi Foto