Latihan Rutin Pencak Silat Perguruan Gadjah Putih: Membangun Mental dan Jiwa Kuat Warga Desa Bumiwangi

Foto
SAUYUNAN 38 (38)
24 July 2026  •  Dilihat 245 kali

Bumiwangi, Ciparay — Kegiatan latihan pencak silat Perguruan Gadjah Putih kembali digelar secara rutin di wilayah RW 14 Desa Bumiwangi pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB. Latihan yang dilaksanakan setiap malam Kamis dan malam Sabtu ini turut disaksikan oleh mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari sebagai bagian dari pengenalan budaya dan kearifan lokal Desa Bumiwangi.

Tradisi Bela Diri yang Terus Dilestarikan

Kunjungan mahasiswa ke lokasi latihan difasilitasi oleh Pak Mus selaku anggota Linmas Kantor Desa Bumiwangi. Kehadiran mahasiswa bertujuan untuk mengenal lebih dekat salah satu tradisi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus melihat bagaimana pencak silat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembentukan karakter.

Latihan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak berusia 8 tahun hingga peserta dewasa, dengan anggota yang terdiri atas laki-laki maupun perempuan. Keberagaman peserta menunjukkan bahwa pencak silat di Desa Bumiwangi menjadi wadah pembelajaran yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Nuansa Budaya Sunda Mengiringi Jalannya Latihan

Selama latihan berlangsung, para peserta mempraktikkan berbagai teknik bela diri, termasuk penggunaan golok sebagai salah satu materi latihan yang diajarkan. Seluruh rangkaian gerakan diiringi alunan musik khas Sunda yang menjadi ciri khas pencak silat tradisional, sehingga menciptakan suasana latihan yang sarat akan nilai budaya.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian masyarakat sekitar yang turut hadir menyaksikan jalannya latihan. Selain menjadi agenda rutin, Perguruan Gadjah Putih juga dikenal aktif tampil dalam berbagai kegiatan desa, seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus, serta beberapa kali mewakili desa dalam berbagai acara di luar wilayah Bumiwangi.

Mahasiswa KKN Belajar Nilai Disiplin dan Kearifan Lokal

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN Sauyunan 38 memperoleh pengalaman baru dalam mengenal salah satu warisan budaya yang masih terjaga di Desa Bumiwangi. Mahasiswa mengaku kagum ketika melihat salah seorang peserta yang baru berusia delapan tahun telah mampu menguasai berbagai teknik dasar pencak silat dengan baik.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, serta pembentukan mental sejak usia dini. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memahami pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Bumiwangi.

Dokumentasi Foto