Langkah Awal Mengabdi: Mahasiswa KKN Petakan Program Kerja Bersama Perangkat Desa

Foto
ANATA KARYA 39 (39)
19 July 2026  •  Dilihat 31 kali

Wargaluyu, 14 Juli 2026 – Langkah awal pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) resmi dimulai. Bertempat di kantor desa Wargaluyu, para mahasiswa menggelar forum diskusi bersama perangkat desa setempat untuk menyelaraskan program kerja (proker) agar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat. Diskusi hangat ini dihadiri langsung oleh Kepala Deaa apak Sulaeman, Kepala Dusun (Kadus) Dusun 4, Pak Ai Kawa, Ketua RW 08 Pak Suhendar, dan Ketua RW 09 Pak Dayat.

Pertemuan ini melahirkan sejumlah rencana aksi strategis yang berfokus pada kesehatan, lingkungan, ekonomi kreatif, dan tanggap bencana.


Fokus Program Kerja & Hasil Strategi Lapangan

Berdasarkan hasil pemetaan potensi dan kebutuhan warga, berikut adalah empat pilar proker yang akan dieksekusi oleh tim KKN:

  1. Pemberdayaan UMKM melalui Digitalisasi: Program ini akan menyasar skala luas, yakni mencakup satu desa secara keseluruhan guna mendongkrak potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi. Untuk kebutuhan konsumsi kegiatan, mahasiswa juga akan merangkul pelaku usaha lokal, salah satunya penyediaan snack dari Banjaran Ratnasari.
  2. Kesehatan Masyarakat: Aksi cek kesehatan gratis akan difokuskan khusus untuk warga di Dusun 4. Kegiatan ini akan dipusatkan di Posyandu setempat dengan jalur koordinasi penuh bersama Ibu Neng (istri Pak Sekdes).
  3. Edukasi & Literasi Sekolah: Mahasiswa akan memilih salah satu sekolah dasar, antara SD Ciruum atau SD Cinanti, sebagai pusat kegiatan belajar mengajar yang interaktif.
  4. Mitigasi Bencana & Potensi Wisata: Mengingat wilayah geografis yang menantang, program mitigasi bencana akan dikolaborasikan dengan komunitas pencinta alam lokal serta berkoordinasi dengan pihak PPS, A Nurwana, yang diisi oleh perangkat desa berpengalaman sejak tahun 2000. Selain itu, kawasan Cadas Palintang dan tebing sekitarnya akan dioptimalkan dengan rencana pembuatan jalur wisata panjat tebing. Dan rencana kedua yaitu mengunjungi salah satu sekolah yakni SD Cinanti untuk melakukan pematerian mengenai bencana dan cara menanggulanginya dan melakukan simulasi bencana.

Menjawab Tantangan Pengolahan Sampah

Salah satu topik krusial dalam diskusi ini adalah penanganan sampah organik dan anorganik. Mahasiswa mengusulkan metode budidaya maggot untuk menyelesaikan masalah sampah organik. Agar program ini berkelanjutan (sustainable), pengolahan maggot rencananya akan berlokasi di tempat Mang Kawa dengan menjajaki opsi peminjaman lahan milik Pak Kadus.

Sementara untuk sampah anorganik, tantangan terbesar ada pada pengelolaan mesin pembakaran tanpa asap. Mahasiswa dan perangkat desa masih merumuskan solusi terkait lokasi penempatan mesin serta penanggung jawab operasionalnya agar tidak mangkrak. Langkah ini diambil demi memicu kesadaran mandiri warga agar tidak lagi membakar sampah secara sembarangan di lingkungan rumah.


Persiapan Logistik Jelang Aksi

Guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tim KKN bersama warga akan melakukan kerja bakti dan persiapan tempat.

Melalui kolaborasi erat antara mahasiswa, perangkat dusun, dan tokoh masyarakat ini, diharapkan program KKN yang dicanangkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa.

 

Dokumentasi Foto