KKN-TB Kelompok 35 Universitas Al-Ghifari Edukasi Warga Cileunyi Kulon tentang Pencegahan Stunting dan Pengelolaan Sampah

Foto
PRADIPA UTKARSHA 35 (35)
7 August 2026  •  Dilihat 18 kali

CILEUNYI KULON – Mahasiswa Kelompok 35 Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak (KKN-TB) Universitas Al-Ghifari menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pengelolaan Sampah untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Lingkungan Bersih” pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 08.30–11.40 WIB bertempat di Aula Kantor Desa Cileunyi Kulon. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh perwakilan PKK, kader kesehatan, serta warga Desa Cileunyi Kulon guna memperkuat pemahaman mengenai kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan.

Rangkaian acara disusun secara komprehensif mulai dari pembukaan, pemaparan materi dari tiga narasumber ahli, diskusi interaktif, pengisian survei evaluasi, hingga penyerahan sertifikat. Program ini diampu di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tom Finaldin, A.Md., M.Si. dan Diyah Pitaloka, S.I.P., M.I.Pol., serta disusun oleh sembilan mahasiswa KKN Kelompok 35.

Program ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa stunting dan masalah sampah merupakan dua tantangan krusial yang saling berkaitan di tingkat desa. Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi seimbang, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola asuh, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta lingkungan yang bebas dari kontaminasi kuman penyakit akibat penumpukan sampah.

Kebijakan Kebangsaan dan Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Sesi pemaparan materi pertama disampaikan oleh Diyah Pitaloka, S.I.P., M.I.Pol. dengan topik “Stunting dalam Perspektif Kebijakan Global dan Lokal”. Pemateri menjelaskan bahwa pencegahan stunting merupakan bagian integral dari agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kelaparan serta kehidupan sehat dan sejahtera. Peserta diajak memahami komitmen nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui sinergi antara pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat.

Melengkapi perspektif kebijakan, Rostika Yuliani, S.A.P., M.I.Kom. hadir menyampaikan materi kedua mengenai pentingnya komunikasi kesehatan dalam pencegahan stunting. Penekanan utama diberikan pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemateri mengedukasi warga agar mampu memilah informasi kesehatan yang valid, memanfaatkan media sosial secara bijak, serta menangkal hoaks seputar gizi dan pengobatan agar pola asuh anak terhindar dari pemahaman yang keliru.

Pengelolaan Sampah Berbasis 3R dan Inovasi Budidaya Maggot

Sesi materi ketiga diisi oleh Rendi Rohman, S.E. yang membahas kondisi persampahan serta pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam paparannya, disosialisasikan penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah awal mengurangi timbulan sampah dapur rumah tangga.

Selain pemilahan sampah organik dan anorganik, narasumber mengenalkan alternatif solusi bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, yaitu pemanfaatan sampah organik menggunakan media pengurai maggot (Lalat Tentara Hitam/BSF). Inovasi ini menarik perhatian besar warga karena dapat menyelesaikan masalah penumpukan sampah dapur sekaligus menghasilkan pakan ternak atau pupuk organik.

Diskusi Interaktif dan Inisiatif Keberlanjutan Karang Taruna

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat. Ibu-ibu PKK dan kader secara aktif menyampaikan pertanyaan serta kendala harian dalam memilah sampah maupun menerapkan pola makan sehat bagi balita. Narasumber memberikan arahan praktis sehingga tercipta dialog dua arah yang komunikatif.

Dampak nyata dari sosialisasi ini terlihat langsung dari munculnya komitmen warga untuk kembali mengaktifkan pengolahan sampah organik di lingkungan Desa Cileunyi Kulon. Warga merencanakan pembuatan lubang pengolahan sampah organik dan pengembangan budidaya maggot yang akan dikelola secara berkelanjutan bersama rekan-rekan Karang Taruna Desa Cileunyi Kulon.

Evaluasi dan Harapan Masa Depan Desa Cileunyi Kulon

Meskipun acara menghadapi kendala teknis kecil berupa gangguan koneksi mikrofon saat pemaparan daring serta jumlah kehadiran sebanyak 19 orang dari target 50 orang, seluruh rangkaian acara tetap berjalan lancar, tertib, dan kondusif hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 35 KKN-TB Universitas Al-Ghifari berharap benih kesadaran yang telah ditanamkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan hidup bersih dan sehat di setiap rumah tangga. Kolaborasi antara keluarga, kader PKK, Karang Taruna, dan Pemerintah Desa Cileunyi Kulon menjadi kunci utama menciptakan generasi masa depan yang bebas stunting, sehat, dan berdaya saing.

Dokumentasi Foto