KKN Sauyunan 38 Kunjungi UMKM Balendrong Warna-warni, Angkat Potensi Kuliner Tradisional Desa Bumiwangi

Foto
SAUYUNAN 38 (38)
29 July 2026  •  Dilihat 25 kali

Bumiwangi, Ciparay — Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari melakukan kunjungan dan wawancara ke UMKM Balendrong Warna-warni milik Ibu Harna yang berlokasi di RW 01 RT 11 Desa Bumiwangi, pada rangkaian kegiatan pendataan UMKM desa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi usaha lokal sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan yang dapat didukung melalui program kerja KKN.

Usaha Rumahan yang Bertahan Berkat Ketekunan

UMKM Balendrong Warna-warni telah berdiri selama kurang lebih tujuh tahun dan dikelola oleh Ibu Harna bersama tiga orang saudaranya. Usaha ini berawal dari keterampilan membuat balendrong yang telah lama dikuasai oleh pemilik. Setelah suaminya meninggal dunia, keterampilan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga.

Keberlangsungan usaha ini menjadi bukti bahwa keterampilan yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga apabila dikelola dengan penuh ketekunan dan semangat.

Mengutamakan Kualitas dan Cita Rasa Tradisional

Dalam proses produksinya, Balendrong Warna-warni menggunakan bahan baku sederhana berupa tepung tapioka, garam, dan penyedap rasa. Setiap kali produksi, sekitar 2–3 kilogram adonan diolah dan dicetak di atas api sebelum dikeringkan selama kurang lebih dua hari. Seluruh proses dilakukan tanpa menggunakan bahan pengawet sehingga produk mampu bertahan hingga tiga bulan dengan penyimpanan yang baik.

Salah satu keunggulan produk ini adalah teksturnya yang sedikit kopong sehingga menghasilkan sensasi renyah ketika disantap. Menurut pemilik usaha, balendrong akan terasa semakin nikmat apabila disangrai menggunakan pasir sebelum dikonsumsi. Produk dipasarkan secara sederhana melalui promosi dari mulut ke mulut dan dijual dalam kemasan ½ kilogram dengan harga sekitar Rp15.000 kepada masyarakat di sekitar Desa Bumiwangi.

Mahasiswa KKN Menggali Potensi Pengembangan UMKM Desa

Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman dalam mengenal secara langsung proses produksi serta pengelolaan usaha mikro yang telah berkembang di Desa Bumiwangi. Selain mempelajari tahapan produksi dan strategi pemasaran yang diterapkan, mahasiswa juga berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha agar produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kelompok Sauyunan 38 dalam mendukung pemberdayaan UMKM desa melalui pendekatan pendampingan dan pengenalan potensi usaha lokal. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa dapat mendorong berkembangnya produk khas Desa Bumiwangi sehingga memiliki daya saing yang semakin baik di masa mendatang.

Dokumentasi Foto