KKN Sauyunan 38 Kunjungi Industri Tahu Lokal Desa Bumiwangi, Usaha Tradisional yang Terus Bertahan Melayani Masyarakat

Foto
SAUYUNAN 38 (38)
29 July 2026  •  Dilihat 21 kali

Bumiwangi, Ciparay — Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari melakukan kunjungan dan wawancara ke salah satu industri tahu lokal yang berlokasi di RW 07 Desa Bumiwangi. Wawancara dilakukan bersama Bapak Doni, yang telah bekerja sebagai pegawai selama kurang lebih 12 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat proses produksi tahu lokal sekaligus mengidentifikasi potensi usaha yang dapat dikembangkan melalui program pendampingan KKN.

Menjaga Konsistensi Produksi Tahu Lokal

Industri tahu ini telah menjadi salah satu usaha pangan yang secara rutin memenuhi kebutuhan masyarakat. Setiap harinya, proses produksi menghasilkan sekitar 4–5 jirangan tahu dengan menggunakan 10–12 kilogram kedelai sebagai bahan baku utama. Kegiatan produksi berlangsung setiap hari dan hanya berhenti pada hari-hari besar keagamaan.

Konsistensi dalam menjaga jadwal produksi menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi. Hal tersebut menunjukkan komitmen pelaku usaha dalam mempertahankan kualitas serta ketersediaan produk bagi masyarakat.

Didukung Legalitas Usaha dan Distribusi yang Terorganisir

Setelah proses produksi selesai, hasil olahan tahu didistribusikan kepada masyarakat melalui lima orang penjual keliling yang menggunakan sepeda motor. Sistem distribusi tersebut memungkinkan produk tetap segar saat diterima oleh konsumen di berbagai wilayah sekitar Desa Bumiwangi.

Selain memiliki sistem produksi dan distribusi yang teratur, industri tahu ini juga telah memiliki izin UMKM serta sertifikat halal, sehingga memberikan nilai tambah bagi usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.

Mahasiswa KKN Mengenal Proses Produksi Industri Pangan Lokal

Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman dalam mengenal secara langsung proses pengolahan tahu, mulai dari kapasitas produksi hingga sistem distribusi yang dijalankan setiap hari. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, legalitas usaha, serta konsistensi pelayanan kepada konsumen sebagai faktor pendukung keberlangsungan sebuah usaha.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kelompok Sauyunan 38 dalam menggali potensi ekonomi lokal Desa Bumiwangi. Melalui kunjungan ini, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi melalui program pendampingan yang mendukung pengembangan UMKM dan industri pangan lokal agar semakin berkembang serta mampu meningkatkan daya saing di masa mendatang.

Dokumentasi Foto