Jelang Tropeo Adu Domba, Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa Ikut Gotong Royong Bersihkan Area Pamidangan Andes

Foto
KKN XV SAGARA PRADIPA (15)
10 August 2026  •  Dilihat 38 kali

Desa Cilame, Kabupaten Bandung – Menjelang pelaksanaan Tropeo Adu Domba yang digelar di Desa Cilame, Mahasiswa KKN Kelompok XV Sagara Pradipa Universitas Al-Ghifari turut mengambil bagian dalam persiapan kegiatan melalui aksi gotong royong membersihkan area pelaksanaan acara pada Jumat, 24 Juli 2026.

Kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa berupa Jumat Bersih, yang secara rutin dilaksanakan setiap hari Jumat selama masa KKN. Biasanya, kegiatan Jumat Bersih dilakukan di sekitar posko mahasiswa yang berada di RW 10, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan menyapa masyarakat sekitar. Namun, pada kesempatan kali ini kegiatan dipusatkan di area Pamidangan Andes, lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan Tropeo Adu Domba, sebagai bentuk dukungan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Cilame dalam mempersiapkan agenda tersebut.

Sejak pagi, mahasiswa bersama-sama membersihkan area lapangan dan lingkungan sekitar yang akan menjadi tempat berlangsungnya kegiatan. Sampah dan berbagai material yang mengganggu kebersihan area dikumpulkan dan dirapikan agar lokasi siap digunakan oleh para peserta maupun masyarakat yang akan hadir.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bersih-bersih, tetapi juga menjadi bentuk nyata semangat gotong royong antara mahasiswa dan Pemerintah Desa Cilame. Dengan terlibat langsung dalam persiapan acara desa, mahasiswa dapat merasakan bagaimana sebuah kegiatan masyarakat dipersiapkan dari sisi lingkungan dan fasilitas sebelum pelaksanaan.

Di sela-sela kegiatan, mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi secara langsung dengan Kepala Desa Cilame, Bapak Alo Sobirin, mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi serta potensi Desa Cilame. Percakapan berlangsung secara santai, tetapi memberikan banyak informasi baru bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan sosial dan perekonomian desa.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut adalah keberadaan Tropeo Adu Domba yang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi di Desa Cilame. Menurut penjelasan Kepala Desa, kegiatan berskala besar seperti Tropeo mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta membantu meningkatkan perputaran ekonomi yang berkaitan dengan BUMDes/BUMD desa dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.

Besarnya antusiasme peserta dan masyarakat terhadap kegiatan tersebut membuat perputaran transaksi ekonomi selama event dapat mencapai nilai yang cukup besar, bahkan menurut penjelasan Kepala Desa dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebuah kegiatan masyarakat dapat memiliki efek berganda terhadap perekonomian lokal apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan lebih jauh mengenai HPDKI (Himpunan Pengusaha Domba dan Kambing Indonesia) sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha dan penghobi domba dan kambing. Mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kegiatan Tropeo bukan sekadar pertandingan atau hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku usaha, penghobi, serta komunitas domba dari berbagai daerah.

Menurut informasi yang diperoleh mahasiswa, peserta dalam kegiatan Tropeo dapat berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, khususnya para penggiat dan penghobi domba. Hal tersebut menjadikan kegiatan ini memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan kegiatan masyarakat pada umumnya. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memberikan peluang bagi Desa Cilame untuk memperkenalkan wilayahnya sekaligus mendapatkan dampak ekonomi dari kunjungan para peserta dan pengunjung.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai keterkaitan kegiatan peternakan domba dengan sektor pertanian dan peternakan secara lebih luas. Kegiatan yang berkaitan dengan komoditas domba dan kambing tersebut berada dalam ekosistem pembinaan sektor peternakan yang berkaitan dengan Kementerian Pertanian.

Bagi Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa, kegiatan Jumat Bersih kali ini memberikan pengalaman yang berbeda dari rutinitas sebelumnya. Jika biasanya kegiatan Jumat Bersih dilakukan di sekitar lingkungan posko sekaligus menjadi kesempatan untuk menyapa warga RW 10, kali ini mahasiswa dapat berkontribusi secara langsung dalam mendukung persiapan salah satu kegiatan besar yang akan berlangsung di Desa Cilame.

Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengenai potensi ekonomi lokal. Informasi yang disampaikan oleh Kepala Desa memberikan gambaran bahwa pengembangan kegiatan berbasis komunitas dan potensi lokal dapat memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat apabila dikelola secara baik.

Keterlibatan mahasiswa dalam persiapan Tropeo juga menunjukkan bahwa KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga tentang kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kesiapan untuk membantu ketika dibutuhkan. Mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat dan berusaha memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Jumat Bersih di area Pamidangan Andes, diharapkan lokasi pelaksanaan Tropeo Adu Domba dapat menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat. Lebih dari itu, pengalaman ini menjadi pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan yang memiliki manfaat sosial maupun ekonomi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian perjalanan Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa dalam mengenal lebih dekat potensi Desa Cilame. Dari kegiatan sederhana seperti membersihkan lapangan hingga berdiskusi bersama Kepala Desa mengenai potensi ekonomi lokal, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa setiap aktivitas di masyarakat dapat menjadi ruang belajar dan bentuk pengabdian yang memiliki makna.

Penulis: Ahmad Dhani Kurniawan

Dokumentasi Foto