Hari Ke-4: Menikmati Kesenian Tradisional Benjang Bersama Anak-Anak RW 04 Desa Cipanjalu

Foto
Tejasvinanda (37)
19 July 2026  •  Dilihat 30 kali

Dalam rangka mengenal lebih dekat budaya lokal yang berkembang di masyarakat, mahasiswa KKN Tejasvinanda mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan menyaksikan tradisi Benjang khas Bandung Timur bersama anak-anak RW 4 Desa Cipanjalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ke-4 pelaksanaan KKN, yaitu Kamis, 16 Juli 2026 pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini berawal dari ajakan anak-anak RW 4 Desa Cipanjalu yang mengajak mahasiswa KKN kelompok 37 Universitas Al-Ghifari untuk bersama-sama melihat pertunjukan Benjang yang sedang berlangsung di lingkungan sekitar.

Ajakan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN Tejasvinanda untuk berinteraksi lebih dekat dengan anak-anak sekaligus mengenal salah satu kesenian tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat Bandung Timur. Melalui kegiatan sederhana ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga turut mengikuti aktivitas masyarakat dan membangun hubungan sosial dengan warga setempat.

Benjang merupakan salah satu kesenian tradisional khas Bandung Timur yang memiliki nilai budaya dan sejarah bagi masyarakat Sunda. Kesenian ini menampilkan perpaduan antara unsur seni bela diri tradisional, musik, gerakan, serta atraksi yang menjadi ciri khas dalam setiap pertunjukannya. Keberadaan Benjang menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya lokal yang masih dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak RW 4 Desa Cipanjalu terlihat sangat antusias mengajak dan menemani mahasiswa KKN Tejasvinanda untuk menyaksikan pertunjukan Benjang. Mereka dengan penuh semangat memperkenalkan kesenian daerah yang menjadi bagian dari budaya di lingkungan mereka. Mahasiswa KKN kelompok 37 Universitas Al-Ghifari bersama anak-anak menikmati berbagai rangkaian pertunjukan, mulai dari iringan musik tradisional, penampilan para pemain, hingga atraksi khas yang ditampilkan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN Tejasvinanda untuk memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Cipanjalu secara langsung. Selain itu, interaksi bersama anak-anak juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan membangun kedekatan selama pelaksanaan KKN. Melalui kegiatan bersama seperti ini, tercipta suasana yang lebih akrab antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan RW 4 Desa Cipanjalu.

Bagi anak-anak, kegiatan menyaksikan Benjang menjadi pengalaman yang menyenangkan karena mereka dapat berbagi pengetahuan mengenai budaya daerah kepada mahasiswa KKN. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki rasa bangga terhadap kesenian lokal yang ada di lingkungan mereka. Keterlibatan anak-anak dalam mengenalkan budaya juga menjadi salah satu bentuk sederhana dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.

Secara keseluruhan, kegiatan menyaksikan tradisi Benjang bersama anak-anak RW 4 Desa Cipanjalu berjalan dengan lancar dan memberikan kesan positif bagi mahasiswa KKN maupun peserta yang terlibat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi momen pertukaran pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengenal serta menghargai budaya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKN Tejasvinanda dan masyarakat Desa Cipanjalu semakin terjalin serta kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya daerah dapat terus berkembang.

Dokumentasi Foto