Ekplorasi Perkebunan Kopi Bebenah Lemah Cai hingga Pemetaan Mata Air Cibereceuk, Kelompok 30 KKN Universitas Al-Ghifari Tinjau Potensi Dusun 3

Foto
Barawidya (30)
11 August 2026  •  Dilihat 23 kali

 

DESA BAROS, 9 AGUSTUS 2026 – Mengisi akhir pekan dengan aksi lapangan yang produktif, mahasiswa Kelompok 30 KKN Tematik Berdampak Universitas Al-Ghifari terus menggali potensi alam dan infrastruktur Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, tim melangsungkan dua agenda observasi penting di Kampung Pakusorok RW 09, yakni peninjauan komoditas kopi lokal bersama organisasi Bebenah Lemah Cai serta pemetaan spasial Sumber Mata Air Cibereceuk.

 

Observasi Perkebunan Kopi dan Inisiasi Rantai Pasok Lokal

Mengawali agenda harian, tim KKN Kelompok 30 melakukan kunjungan observasi ke kawasan perkebunan kopi milik Bapak Ika, yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Bebenah Lemah Cai di Kampung Pakusorok RW 09.

 

Fokus kegiatan observasi ini meliputi:

 

  • Pendataan Potensi Komoditas: Mempelajari varietas tanaman kopi, kondisi lahan pegunungan, serta teknik budidaya yang diterapkan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

  • Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat: Berdiskusi mengenai peran aktif organisasi Bebenah Lemah Cai dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan konservasi tanah di sekitar area perkebunan.

  • Identifikasi Peluang Rantai Pasok: Menganalisis alur pascapanen dan peluang pengembangan jaringan distribusi kopi lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi para petani.

Pinpointing Spasial Sumber Mata Air Cibereceuk

Usai mengelilingi perkebunan kopi, mahasiswa Universitas Al-Ghifari melanjutkan aksi menyusuri jalur lingkungan untuk melakukan pengambilan data titik koordinat (pinpointing) secara presisi di Sumber Mata Air Cibereceuk.

 

Langkah pendataan spasial ini bertujuan untuk:

 

  • Melengkapi Peta Infrastruktur Air Bersih: Merekam titik koordinat geografis dan geo-foto sumber air yang menjadi tumpuan kebutuhan harian warga Kampung Pakusorok.

  • Mendukung Pemetaan Konservasi Dusun 3: Menghimpun data spasial sumber daya air berbasis teknologi digital (GPS Map Camera) guna dimasukkan ke dalam draf peta potensi dan konservasi lingkungan Dusun 3 secara terpadu.

"Hari Minggu ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari pegiat lingkungan Bapak Ika mengenai potensi kopi dan pemeliharaan alam di Kp. Pakusorok RW 09. Ditambah dengan perekaman titik mata air Cibereceuk, kami makin optimistis peta spasial Dusun 3 yang sedang kami susun dapat menyajikan data komprehensif bagi Desa Baros," ungkap perwakilan Kelompok 30 KKN Universitas Al-Ghifari.

Memperkokoh Data Potensi dan Infrastruktur Desa

Rangkaian observasi komoditas dan pemetaan mata air pada hari Minggu ini makin menyempurnakan himpunan data lapangan Kelompok 30 Universitas Al-Ghifari. Sinergi antara pemetaan potensi ekonomi kopi lokal dan perlindungan sumber daya air ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan serta pelestarian lingkungan di Desa Baros.

Dokumentasi Foto