Edukasi Stop Bullying dalam Rangka Penerapan Program Kerja Literasi Akademik di MI elas 6 Miftahul Jaza oleh Mahasiswa Kelompok KKN 28

Foto
klmpk-28 (28)
27 July 2026  •  Dilihat 25 kali

Hari Jumat, 24 Juli 2026, mahasiswa KKN Kelompok 28 melaksanakan kegiatan Edukasi Stop Bullying di MI Kelas 6 Pesantren Miftahul Jaza, Desa Nagrak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying, menumbuhkan sikap empati dan toleransi, serta menerapkan nilai-nilai literasi akademik. Kegiatan diawali dengan baca doa bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi literasi membaca berupa cerita bergambar bertema pertemanan dan anti-bullying yang mengangkat contoh kasus bullying fisik, verbal, dan psikologis. Selanjutnya dilaksanakan sesi diskusi dan edukasi interaktif dengan pertanyaan pemantik seperti "Bagaimana perasaanmu jika menjadi korban bullying?" dan "Apa yang harus kita lakukan jika melihat teman dibully?". Melalui diskusi ini siswa dijelaskan bahwa bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat menurunkan semangat belajar dan merusak ukhuwah di lingkungan pesantren. Siswa terlihat sangat antusias, aktif bertanya, dan berbagi pendapat.

Sebagai bentuk literasi berkarya, mahasiswa mengajak siswa membuat "Pohon Ungkapan". Setiap siswa menuliskan ungkapan, pesan, dan komitmen anti-bullying pada kertas berbentuk daun, seperti "Aku janji tidak akan membully teman" dan "Kita saudara, bukan musuh". Daun-daun tersebut kemudian ditempel pada media pohon yang dipasang di depan kelas sebagai simbol bahwa MI Kelas 6 Pesantren Miftahul Jaza, Desa Nagrak menolak perundungan. Selama kegiatan berlangsung terlihat adanya peningkatan kesadaran siswa. Awalnya sebagian siswa menganggap mengejek teman adalah hal biasa, namun setelah edukasi dan membuat Pohon Ungkapan mereka lebih memahami dampak bullying dan berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman. Guru pendamping juga mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan nilai-nilai akhlak di pesantren. Diharapkan "Pohon Ungkapan" dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk terus menjaga sikap saling menghargai di lingkungan madrasah Desa Nagrak.

Dokumentasi Foto