DESA LAMPEGAN – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan urat nadi perekonomian desa. Namun, banyak pelaku usaha di tingkat akar rumput yang masih kesulitan dalam mengelola keuangan bisnis mereka. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Satya Mandala menyelenggarakan "Seminar UMKM Melek Keuangan: Dari Catatan Sederhana Menuju Usaha Berkelanjutan" pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026.
Bertempat di Balai Desa Lampegan, acara ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM setempat, mulai dari pemilik warung kelontong, perajin lokal, hingga pelaku usaha kuliner rumahan. Kegiatan ini merupakan salah satu Program Kerja (Proker) andalan mahasiswa KKN di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Mengatasi Masalah Klasik UMKM: Tercampurnya Uang Pribadi dan Usaha
Salah satu kendala terbesar yang menghambat laju perkembangan UMKM di desa adalah tidak adanya pemisahan antara uang dapur (pribadi) dan uang modal (usaha). Dalam seminar ini, mahasiswa KKN 17 Satya Mandala memberikan edukasi dan pendampingan mengenai pentingnya literasi keuangan dasar.
Beberapa poin krusial yang dibahas dan dipraktikkan langsung bersama para pelaku usaha meliputi:
-
Pentingnya Pemisahan Kas: Mengedukasi peserta agar memiliki dompet atau rekening yang terpisah untuk operasional bisnis dan kebutuhan rumah tangga.
-
Praktik Pembukuan Sederhana: Peserta diajarkan tata cara mencatat arus kas (pemasukan dan pengeluaran) setiap harinya. Tim KKN juga memperkenalkan metode pencatatan manual di buku kas, serta mengenalkan aplikasi pembukuan digital gratis yang mudah digunakan di smartphone.
-
Strategi Usaha Berkelanjutan: Bagaimana cara membaca laporan keuangan sederhana untuk menghitung untung-rugi yang sebenarnya, menentukan harga jual yang pas, serta merencanakan ekspansi usaha ke depannya.
Antusiasme Menuju Kemandirian Ekonomi
Suasana seminar berlangsung sangat interaktif. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, banyak pelaku UMKM yang mencurahkan kendala harian mereka dan berkonsultasi mengenai strategi penetapan harga jual agar tidak merugi.
"Selama ini kalau jualan, uangnya masuk kantong saja dan campur aduk. Kadang modal habis karena terpakai untuk belanja harian tanpa sadar. Alhamdulillah, dengan adanya seminar dari adik-adik KKN ini, saya jadi paham betapa pentingnya mencatat dan memisahkan uang dagangan agar usaha bisa terus muter," ungkap salah satu ibu pelaku usaha kuliner di Desa Lampegan.
Perwakilan KKN 17 Satya Mandala menyampaikan bahwa literasi keuangan adalah kunci utama agar UMKM dapat bertahan di tengah dinamika ekonomi. Melalui proker ini, diharapkan para pelaku usaha di Desa Lampegan tidak hanya menjalankan bisnis secara naluriah, tetapi juga dengan strategi pengelolaan keuangan yang cerdas.
Dengan kebiasaan pencatatan yang rapi, langkah UMKM Desa Lampegan untuk mewujudkan usaha yang mandiri, berkembang, dan berkelanjutan kini semakin terbuka lebar.
Penulis: Tim Publikasi KKN 17 Satya Mandala
Tanggal Kegiatan: Sabtu, 1 Agustus 2026
Lokasi: Desa Lampegan