Kembali

Mengukir Akhlak Qur’ani: Mengajar Ngaji Malam Anak-anak di Desa Santosa

Foto
Shansara Mahawirya ( 13 )
18 June 2025 · Dilihat 30 kali

Kegiatan KKN di Desa Santosa

Setiap malam, di tengah ketenangan dan kesejukan suasana Desa Santosa, kami rutin melaksanakan kegiatan mengajar ngaji kepada anak-anak desa yang penuh semangat dan rasa ingin tahu tinggi. Kegiatan ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan malam kami, sebuah kebiasaan baik yang tumbuh dari niat tulus untuk membangun generasi muda yang cerdas secara spiritual dan berakhlak mulia. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi kami selain melihat anak-anak berkumpul dengan membawa mushaf kecil mereka, duduk bersila penuh antusias, dan melafalkan ayat demi ayat dengan suara lantang yang menggema di malam hari.

Mengajar ngaji di Desa Santosa bukan hanya sekadar rutinitas atau kewajiban keagamaan semata, tetapi merupakan bentuk nyata dari dedikasi kami dalam membangun pondasi keimanan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Anak-anak yang kami bimbing berasal dari berbagai latar belakang, namun semangat dan antusiasme mereka dalam belajar sangat luar biasa. Banyak di antara mereka yang telah menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan mulai menghafal beberapa surah pendek dengan lancar. Mereka datang bukan karena disuruh, melainkan karena mereka mencintai suasana belajar, mencintai Al-Qur'an, dan mencintai kebersamaan dalam kebaikan.

Kegiatan mengajar ngaji ini kami jalankan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab. Kami yakin bahwa ilmu yang kami miliki, meskipun sederhana, jika diajarkan dengan niat yang tulus akan menjadi amal jariyah yang tiada putus. Anak-anak di Desa Santosa adalah aset masa depan, dan menjadi bagian dari perjalanan mereka mengenal dan mencintai kitab suci adalah kehormatan yang tak ternilai. Setiap malam menjadi momen yang selalu kami nantikan, karena dalam setiap huruf yang mereka baca, kami merasa ada harapan yang tumbuh, ada cahaya yang mulai menyala, dan ada masa depan yang sedang dibangun.

Suasana malam yang biasanya sepi berubah menjadi penuh kehidupan dengan lantunan ayat-ayat suci yang mengalun dari bibir-bibir kecil yang polos dan bersih. Kami berusaha menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan termotivasi dalam belajar. Terkadang kami menyisipkan kisah-kisah islami, doa-doa harian, dan permainan edukatif untuk menjaga semangat mereka tetap menyala. Kami percaya bahwa pendidikan agama bukan hanya tentang teori, tetapi tentang pembentukan karakter, adab, dan kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti.

Mengajar ngaji di Desa Santosa telah menjadi bagian dari hidup kami—sebuah perjalanan yang sederhana namun sarat makna. Dari desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, kami berusaha menanamkan cahaya Al-Qur’an di hati anak-anak, agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat imannya, luhur akhlaknya, dan berkontribusi besar bagi agama, bangsa, dan lingkungannya. Dan kami yakin, dari desa inilah akan lahir generasi Qur’ani yang membawa berkah dan perubahan positif di masa depan.

Dokumentasi Foto