Kembali

KKN UNFARI Kelompok 14 Dampingi Posyandu Baros: Peduli Kesehatan Masyarakat Bareng Tenaga Medis

Foto
Distaradeva ( 14 )
13 June 2025 ยท Dilihat 7 kali

Desa Baros, 13 Juni 2025 โ€” Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Al Ghifari (UNFARI) Kelompok 14 kembali menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Bertempat di samping TPU RW 8, Kampung Pakusorok, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, para mahasiswa turut aktif mendukung kegiatan Posyandu yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Posyandu kali ini menjadi momen kolaboratif antara masyarakat, tenaga medis dari Puskesmas Keliling, dan mahasiswa KKN. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tapi juga jadi ajang edukasi serta gotong royong untuk kesehatan bersama.

Tenaga Medis Lengkap, Layanan Maksimal

Kegiatan ini dihadiri oleh tim medis profesional, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga farmasi dari Puskesmas Keliling. Mereka memberikan layanan seperti diagnosis penyakit, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai resep.

Pasien yang hadir kebanyakan adalah anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan lain. Beberapa kasus yang ditangani antara lain demam pada anak karena habis infus, lansia dengan gejala demam, pengecekan rutin kadar kolesterol dan gula darah, serta keluhan alergi kulit.

Peran Aktif Mahasiswa KKN

Lima orang anggota KKN UNFARI turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka membantu proses pencatatan tinggi badan, berat badan, pemeriksaan tensi, hingga menyiapkan obat sesuai resep dari dokter. Nggak cuma itu, mereka juga ikut dalam proses distribusi makanan sehat untuk anak-anak yang hadir.

Sebanyak 50 pack susu dibagikan, lengkap dengan camilan bergizi seperti pisang ambon lumat dan biskuit regal. Tujuannya, tentu saja, untuk mendukung gizi anak-anak sejak dini sambil membuat mereka nyaman saat menunggu giliran pemeriksaan.

Kesehatan Itu Kolektif

Kegiatan posyandu ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga kesehatan masyarakat itu nggak bisa kerja sendiri. Butuh sinergi: dari pihak medis yang profesional, masyarakat yang peduli, dan mahasiswa yang siap terjun langsung bantu-bantu.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, bukan cuma sebagai rutinitas, tapi jadi semangat kolektif menjaga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Kesehatan bukan cuma tentang obat dan dokter, tapi juga tentang kebersamaan, empati, dan aksi nyata.

Dokumentasi Foto