Kembali

Kegiatan Panen Timun Bersama Petani Dusun 4: Belajar dari Ladang, Menyerap Aspirasi

Foto
Distaradeva ( 14 )
12 June 2025 · Dilihat 8 kali

Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, KKN Kelompok 14 Distaradeva Universitas Al Ghifari melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus gotong royong panen timun bersama Kadus 4 dan petani timun lokal di Dusun 4 Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Perjalanan dimulai pukul 08.00 pagi dari posko KKN dengan menempuh perjalanan sejauh ±2 km menggunakan sepeda motor. Setibanya di rumah Bapak Kepala Dusun 4, kami langsung menuju lokasi kebun timun yang dikelola oleh beliau. Di sana, kami disambut oleh suasana kerja yang hangat—terdapat petani laki-laki, tiga ibu-ibu, serta anak-anak yang sedang bermain di sekitar kebun.

Bapak Kadus menjelaskan bahwa ini adalah musim tanam timun pertamanya di lahan seluas sekitar 160 m², terdiri dari 14 petak lahan. Panen yang kami hadiri adalah panen kedua. Menurut beliau, jika perawatan tanaman dilakukan dengan baik, timun bisa dipanen hingga 20 kali dalam satu masa tanam.

Article content
Proses Panen Timun oleh Mahasiswa
Kami turut serta dalam kegiatan panen dengan membantu memetik timun, mengangkut hasil panen, hingga memasak makanan di saung yang dikelilingi sawah—memberikan nuansa tenang dan sejuk yang memperkuat rasa kebersamaan. Usai panen, kami makan bersama dengan menu sederhana namun penuh rasa syukur.

Sambil menikmati hidangan, kami berdiskusi santai bersama Bapak Petani mengenai berbagai tantangan yang dihadapi petani kecil. Salah satu keluhan utama adalah akses terhadap pupuk murah yang tidak merata. Beliau menyampaikan bahwa hanya petani besar dengan lahan luas yang umumnya mendapat jatah subsidi pupuk secara konsisten. Harapan beliau kepada kami sederhana namun dalam: agar kami sebagai generasi muda mampu memahami realitas di lapangan dan menjadi penyambung suara masyarakat kecil di ruang-ruang kebijakan yang lebih luas.

Article content
Diskusi denga Petani Timun
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan di perjalanan pulang beberapa dari kami yang laki-laki turut membantu membawa karung berisi timun hasil panen kembali ke rumah Bapak Kadus.

Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang proses pertanian, tetapi juga memahami lebih dalam arti gotong royong, ketahanan pangan, dan peran penting petani sebagai fondasi bangsa.

Dokumentasi Foto