PEMBUKAAN KKN MBKM TERINTEGRASI 2025 UNIVERSITAS AL GHIFARI DI DESA SANTOSA
5 June 2025 · Dilihat 185 kali
Jumat, 30 Mei 2025 – Kegiatan KKN di Desa Santosa
Pembukaan KKN MBKM Universitas Al-Ghifari Tahun 2025 di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Mengawali rangkaian pengabdian di Desa Santosa, pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Al-Ghifari Bandung tahun 2025 dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Mei di Balai Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan KKN ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa untuk Masyarakat Berkelanjutan”, yang bertujuan untuk mendorong pengembangan potensi lokal secara partisipatif dan berkelanjutan. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 13 akan melaksanakan program-program kerja yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Santosa, dosen pembimbing, dan perwakilan mahasiswa. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui inovasi dan pendekatan kolaboratif. Dosen pembimbing menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika akademik, nilai pengabdian, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat selama masa pelaksanaan KKN.
- Pengajian Malam Hari Bersama Warga Desa
Sebagai kelanjutan dari kegiatan pembukaan, pada malam harinya dilaksanakan kegiatan pengajian bersama warga di masjid desa. Pengajian ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, serta para mahasiswa peserta KKN. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk pendekatan spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Acara pengajian berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh tokoh agama desa, serta ditutup dengan doa bersama. Mahasiswa turut serta dalam kegiatan tersebut sebagai wujud partisipasi aktif dalam kehidupan religius masyarakat.
Kegiatan pengajian ini tidak hanya memperkuat dimensi keagamaan dalam kegiatan KKN, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang harmonis, penuh empati, dan saling menghormati antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.